Kamis, 23 Juli 2026 11:30
Ditulis oleh Administrator
Tema utama Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 adalah "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema ini menegaskan komitmen seluruh elemen bangsa untuk memastikan pemenuhan hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.
Selamat Hari Anak untuk seluruh anak di Indonesia.
Rabu, 22 Juli 2026 11:33
Ditulis oleh Administrator
Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Kampus 1 STIKES Intan Martapura pada Rabu (22/7/2026) saat sebanyak mahasiswa resmi mengikuti Yudisium Tahun Akademik 2025/2026. Para peserta terdiri atas 13 mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Angkatan XXIII, 18 mahasiswa Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit Angkatan IV, dan 15 mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Angkatan I yang dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan akademik untuk menyelesaikan studi.
Prosesi yudisium yang bergelar di Aula Kampus 1 STIKES Intan Martapura tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan akademik para mahasiswa sebelum memasuki dunia profesi. Mereka mengawali kegiatan dengan Sidang Tertutup Senat STIKES Intan Martapura sebagai forum resmi penetapan kelulusan mahasiswa. Setelah sidang senat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan hasil yudisium dan penyerahan hasil yudisium kepada masing-masing mahasiswa sebagai penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan mereka sebagai insan profesional di bidang kesehatan.
Ketua STIKES Intan Martapura, Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan hasil dari perjuangan panjang mahasiswa dalam memenuhi seluruh capaian pembelajaran dan persyaratan akademik yang telah ditetapkan oleh masing-masing program studi.
“Masing-masing program studi mempunyai syarat yang harus dipenuhi untuk bisa diyudisium pada hari ini. Seluruh proses tersebut telah berhasil Saudara lalui dengan penuh perjuangan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, hari ini menjadi momentum yang sangat bermakna, bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi orang tua, keluarga, dosen, dan institusi yang turut mengantarkan Saudara hingga berada pada titik ini,” ungkapnya.
Beliau menegaskan bahwa yudisium merupakan simbol lahirnya lulusan yang siap mengabdikan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat.
“Yudisium ini merupakan pertanda kelahiran insan tenaga kesehatan yang siap mengabdikan diri di masyarakat. Gelar akademik yang Saudara peroleh hari ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui pelayanan yang profesional, berintegritas, beretika, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.”
Lebih lanjut, Hj. Zubaidah berpesan agar para lulusan terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, serta menjaga nama baik almamater di mana pun nantinya berkarya.
“Jangan pernah berhenti belajar. Dunia kesehatan dan manajemen rumah sakit terus berkembang sehingga lulusan harus mampu beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan memberikan inovasi dalam setiap pengabdian. Jadilah lulusan STIKES Intan Martapura yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, empati, serta kepedulian terhadap sesama. Kami berharap Saudara semua dapat menjadi duta almamater yang membawa nama baik STIKES Intan Martapura di tengah masyarakat.”
Usai prosesi yudisium, seluruh lulusan mengikuti tradisi Mandi Kembang Bersama yang terlaksana di halaman Kampus 1 STIKES Intan Martapura. Tradisi ini merupakan warisan yang terus dilestarikan sejak masa Akademi Keperawatan (Akper) Intan Martapura hingga kini berkembang menjadi STIKES Intan Martapura.
Mandi kembang menjadi simbol rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan sekaligus doa dan harapan agar para lulusan senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, serta kesuksesan dalam mengabdikan ilmu kepada masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi ciri khas STIKES Intan Martapura yang selalu dinantikan oleh para mahasiswa menjelang akhir masa studi.
Salah seorang lulusan Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit, Lina Waldana, mengaku bersyukur dapat mencapai momen yang telah lama dinantikan tersebut.
“Alhamdulillah, ulun sangat bersyukur bisa mengikuti yudisium hari ini. Rasanya campur aduk antara senang, haru, dan bangga karena akhirnya bisa sampai di tahap ini setelah melewati berbagai proses selama kuliah di Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit. Banyak pengalaman, ilmu, dan kenangan yang saya dapatkan selama perkuliahan,” tuturnya.
Lina juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika STIKES Intan Martapura yang telah mendampingi perjalanan studinya
“Ulun juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen, staf, dan civitas akademika STIKES Intan Martapura yang telah membimbing dan mendukung kami selama masa perkuliahan. Semoga STIKES Intan Martapura semakin maju, terus berkembang, dan selalu mencetak lulusan yang kompeten serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Semoga silaturahmi yang telah terjalin juga tetap terjaga di masa yang akan datang. Untuk teman-teman, semoga kita semua sukses dan dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di dunia kerja maupun di masyarakat,” ujarnya.
Program Studi Sarjana Keperawatan, Fir’ad Setya Nugraha, memberikan ucapan syukur atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, ulun sangat bersyukur bisa mengikuti yudisium hari ini. Rasanya campur aduk antara senang, haru, dan bangga karena akhirnya bisa sampai di tahap ini setelah melewati berbagai proses selama kuliah di Program Studi Sarjana Keperawatan. Banyak pengalaman, ilmu, dan kenangan yang saya dapatkan selama perkuliahan,” katanya.
Fir’ad berharap STIKES Intan Martapura terus berkembang menjadi institusi pendidikan kesehatan yang semakin maju dan mampu melahirkan lulusan berkualitas.
“Ulun juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen, staf, dan civitas akademika STIKES Intan Martapura yang telah membimbing dan mendukung kami selama masa perkuliahan. Semoga STIKES Intan Martapura semakin maju, terus berkembang, dan selalu mencetak lulusan yang kompeten serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Semoga silaturahmi yang telah terjalin juga tetap terjaga di masa yang akan datang. Untuk teman-teman, semoga kita semua sukses dan dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di dunia kerja maupun di masyarakat,” ungkapnya.
Yudisium yang terselenggara pada 22 Juli 2026 ini menjadi penanda lahirnya generasi baru tenaga kesehatan dan profesional administrasi rumah sakit. Mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan bekal ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang ditanamkan selama menempuh pendidikan di STIKES Intan Martapura, para lulusan diharapkan siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kesehatan di Indonesia.
Kamis, 11 Juni 2026 11:21
Ditulis oleh Administrator
Banjarbaru – Sekolah Tinggi Ilmu Keseh (STIKES) Intan Martapura Yayasan Banjar Insan Prestasi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar dengan tema “Transformasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Evidence Based Practice dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan”. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Novotel Banjarbaru, Kamis (11/6/2026).
Seluruh dosen, staf, dan mahasiswa STIKES Intan Martapura mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini berupaya memperkuat pemahaman serta implementasi praktik pelayanan kesehatan yang berbasis bukti ilmiah (Evidence Based Practice/EBP) dalam menghadapi tantangan transformasi sistem kesehatan di era modern.
Kuliah pakar menghadirkan narasumber terkemuka di bidang kesehatan dan pendidikan, yaitu Prof. Dr. Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kep, Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan, sebagai pemateri utama. Selain itu, hadir pula Iis Pusparina, SST., M.M.Kes., M.Kes serta Insana Maria, BSN., M.Kep dari STIKES Intan Martapura yang turut memberikan materi dan perspektif terkait penerapan evidence based practice dalam pelayanan kesehatan
Ketua STS Intan Martapura, Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan menuntut tenaga kesehatan untuk selalu mengedepankan praktik yang berdasar pada hasil penelitian dan bukti ilmiah yang valid.
“Kuliah pakar ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika STIKES Intan Martapura untuk memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada Evidence Based Practice. Di era transformasi pelayanan kesehatan saat ini, tenaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan hasil penelitian terbaik ke dalam praktik pelayanan agar mutu layanan semakin meningkat dan keselamatan pasien dapat terjamin,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian. Sehingga dapat menerapkan hasil-hasil penelitian tersebut dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan yang berbasis bukti ilmiah sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Hj. Rusdiana, S.Kep., Ns., M.Kep, menyampaikan bahwa kuliah pakar ini merupakan salah satu program strategis STIKES Intan Martapura dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan.
“Kegiatan ini dirancang sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman dari para pakar yang memiliki kompetensi dan rekam jejak yang luar biasa di bidangnya. Kami berharap para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya Evidence Based Practice sebagai landasan dalam pengambilan keputusan klinis maupun manajerial di bidang kesehatan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang hadir serta dukungan dari pimpinan institusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Partisipasi aktif dosen, staf, dan mahasiswa menjadi bukti bahwa semangat belajar dan pengembangan kompetensi terus tumbuh di lingkungan STIKES Intan Martapura. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pengembangan institusi dan pelayanan kesehatan di masa depan,” tuturnya.
Pendidikan
Dalam paparannya, Prof. Dr. Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kep menegaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan harus berfondasi ilmu pengetahuan yang kuat dan praktik profesional yang berbasis bukti.
“Evidence Based Practice merupakan fondasi penting dalam transformasi pelayanan kesehatan. Melalui pemanfaatan bukti ilmiah yang kuat, tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih aman, efektif, dan bermutu sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujar Prof. Dr. Aziz Alimul Hidayat.
“Budaya penelitian dan inovasi harus terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi kesehatan agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam praktik pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan penelitian sebagai bagian dari budaya akademik dan profesional.
“Jangan berhenti menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi jadilah penghasil ilmu pengetahuan. Dengan penelitian dan inovasi yang berkelanjutan, kita dapat menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pesannya.
Melalui penyelenggaraan kuliah pakar ini, STIKES Intan Martapura menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik berkualitas yang mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan berisi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta terkait implementasi Evidence Based Practice dalam berbagai bidang pelayanan.
Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika STIKES Intan Martapura untuk terus mengembangkan budaya ilmiah, penelitian, serta inovasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang unggul dan profesional.